Yusril Juga Akan Loncat Dari Monas Jika YUsril Kalah dari Ahok

Yusril Juga Akan Loncat Dari Monas Jika YUsril Kalah dari Ahok

Beritahok.com – Lebih dari 30 bakal calon Gubernur DKI Jakarta sudah menjalani uji kelayakan serta kepatutan yang digelar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Mulai dari Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra sampai Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot saiful Hidayat hadir dalam fit and proper test yang digelar di Kantor Dewan Ceo Pusat (DPP) PDI di Jakarta Pusat, Rabu, 11 Mei 2016.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP,  Hasto Kristiyanto, berbicara dari 34 nama pendaftar penjaringan serta penyaringan, bakal mengerucut menjadi lima nama yang bakal direkomendasikan ke DPP PDIP serta Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Semua bakal calon pasti berharap-harap nama mereka yang nantinya bakal disebut Megawati sebagai orang yang mewakili partai berlambang kepala banteng moncong putih, tidak terkecuali Yusril Ihza Mahendra.
Tetapi, di tengah andalan menanti keputusan keluar dari mulut Megawati, Yusril menjadi target bully netizen di media sosial.

Melewati Twitter seorang netizen bernama akun @johnpantau667, menyebutkan keyakinannya bahwa mantan Menteri Hukum serta HAM itu tidak bakal dilirik Megawati untuk menjadi wakil partainya melawan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Pemilihan Gubernur DKI 2017.

Bahkan, akun bernama profil M.Sanusi itu menantang Yusril untuk bertaruh mengenai siapa yang bakal dipilih Megawati.

“dan megawati gak mungkin pilih kamu brurr? Gw berani taruhan ama lu brurr,kalo mega gak bakal pilih anda!” tulis @johnpantau667.

Yusril langsung menjawab tantangan M.Sanusi itu. Melewati akun Twitter pribadinya, Yusril mengicaukan siap bertaruh, an Yusril memilih taruhan berupa terjun dari tugu Monumen Nasional (Monas) sebagai jawaban tantangan itu.

“Taruhannya apa? Biar nitizen catat kelak hehe. Terjun leluasa dari tugu monas atau apa boss hehe”, kicau Yusril.

Semacam diketahui, Yusril adalah salah satu orang yang begitu bersemangat maju di Pilgub DKI, meskipun partai yang dipimpinnya tidak mempunyai suara untuk mengusungnya menjadi penantang Ahok.

Sebab itulah, Yusril sangat berharap ada partai politik mau mengusungnya. Faktor itu ditunjukkan dengan keseriusan Yusril menikahi ke sejumlah partai semacam, PDIP serta Gerindra.

Incoming search terms:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*