Waktu Penahanan Jessica Segera Habis, Ini Tanggapan Ayah Mirna

Waktu Penahanan Jessica Segera Habis, Ini Tanggapan Ayah Mirna - Beritahok.com

Waktu Penahanan Jessica Segera Habis, Ini Tanggapan Ayah Mirna - Beritahok.com

Beritahok.com – Masa penahanan Jessica Kumala Wongso, tersangka permasalahan pembunuhan Wayan Mirna Salihin, bakal habis pada Sabtu (28/5/2016). Tetapi, sampai kini, arsip perkara tersebut belum juga dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Menanggapi faktor tersebut, ayahanda Mirna, Darmawan Salihin, berkata, dirinya menyerahkan semua terhadap Jaksa terkait arsip perkara kematian anaknya yang belum juga dinyatakan lengkap oleh Kejati.

“Tasumsinya ya mau apa? Itukan yang menentukan Jaksa, ya biarkan saja. Kelak kami lihat perkembangan selanjutnya,” ucap Darmawan ketika dihubungi, Rabu (25/5/2016).

Darmawan meningkatkankan, dirinya mendukung pihak kepolisian untuk mengikuti prosedur hukum yang berlaku di Indonesia. Menurut dia, sekarang polisi tetap semakin memenuhi petunjuk dari Kejati dalam memenuhi kelengkapan arsip perkara kematian putrinya.

“Jadi menurut saya, biarkan polisi mengikuti prosedur yang berlangsung ini. Kami lihat perkembangannya bagaimana,” ucapnya.

Polda Metro Jaya menahan Jessica Kumala Wongso (27) sebagai tersangka permasalahan pembunuhan Wayan Mirna Salihin sejak Sabtu (30/1/2016).

Adapun Mirna tewas seusai minum es kopi vietnam di Kafe Olivier, Grand Indonesia, pada 6 Januari 2016 lalu.

Polda Metro Jaya pertama kali melimpahkan arsip perkara itu terhadap Kejati DKI Jakarta pada 18 Februari 2016. Tetapi, pada 24 Februari, pihak Kejati menyebutkan sudah mengembalikan arsip perkara itu terhadap tim Polda Metro Jaya. Ketika itu, pihak Kejati DKI Jakarta menyertakan sejumlah petunjuk untuk dibekali tim penyidik Polda Metro Jaya.

Pada 22 Maret, Polda Metro kembali mengirimkan arsip perkara itu ke Kejati DKI. Salah satu bukti yang ditambahkan dalam arsip tersebut merupakan hasil penyelidikan tim Polda Metro Jaya ke Australia. Tetapi, arsip perkara itu dikembalikan lagi ke Polda Metro Jaya sebab dikualitas belum juga lengkap.

Kemudian, pada 4 April, pihak Kejati DKI Jakarta mengembalikan lagi arsip perkara itu. Dalam arsip tersebut, Kejati DKI menemukan adanya sejumlah ketidak lebihan, baik keterangan saksi maupun ahli.

Selanjutnya, pada 22 April, penyidik melimpahkan lagi arsip perkara tersebut untuk ketiga kalinya ke Kejati DKI. Tetapi, Kejati DKI lagi-lagi mengembalikan arsip perkara tersebut ke penyidik.

Pada 9 Mei, penyidik kembali melimpahkan lagi untuk keempat kalinya arsip perkara tersebut. Dalam pelimpahan arsip itu, penyidik memasukkan keterangan pakar toksikologi alias pakar racun.

Selasa (17/5/2016), Kejati kembali mengembalikan lagi arsip perkara tersebut. Akhirnya pada Rabu (18/5/2016), penyidik untuk kelima kalinya kembali melimpahkan arsip perkara tersebut ke Kejati.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*