Mentri Susi Lebih Baik Mundur Dari Pada Bebaskan Kapal Asing

Mentri Susi Lebih Baik Mundur Dari Pada Bebaskan Kapal Asing

Beritahok.com – Menteri Kelautan serta Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan lebih memilih mundur apabila kapal-kapal asing yang sekarang ditahan di perairan Indonesia kembali berlayar di lautan Indonesia.

“Saya pilih mundur kalau kapal asing itu kembali jalan di Indonesia,” kata Susi saat memberbagi sambutan dalam penandatanganan peningkatan kerjasama berantas ilegal fishing, di kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Selasa (10/5/2016).

Susi menyebutkan, ada kurang lebih 700 kapal asing dari beberapa negara yang sukses ditahan serta dipinggirkan. Faktor ini dikarenakan sebab pemerintah telah memperpanjang moratorium perizinan usaha perikanan tangkap di wilayah pengelolaan perikanan di Indonesia.

“Tanpa moratorium yang kemarin, tak mungkin kita dapat menonton kapal-kapal gajah (besar) dipinggirkan,” ucap dia.

Susi menekankan, bahwa kapal-kapal asing tersebut harus menyelesaikan keharusan pajak utangnya yang telah bertahun-tahun di Indonesia.

Selain itu, kapal-kapal tersebut juga harus mengganti bendera serta cepat berangkat dari laut Indonesia. Para duta besar negara (dubes) juga harus menandatangai perjanjian yang menegaskan bahwa kapal-kapal tersebut tak boleh kembali ke Indonesia.

“Saya tak bakal bergeming, serta kita tetap semakin berunding. Kali ini, saya mau ketemu Dubes China serta saya bakal katakan demikian,” ucap Susi.

Sebelumnya, Peraturan Menteri Kelautan serta Perikanan Nomer 10/PERMEN-KP/2015 mengenai Perubahan Atas Peraturan Menteri Kelautan serta Perikanan Nomer 56/Permen-KP/2014 mengenai Moratorium Perizinan Usaha Perikanan Tangkap Wilayah Perngelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia telah diperpanjang hingga 31 Oktober 2015.

Aturan ini bakal melarang kapal ikan eks impor berukuran lebih dari 30 gross ton (GT) berlayar kembali di Indonesia.

Dengan adanya peraturan tersebut membikin penguasaha di bidang perikanan yang kapalnya dilarang beroperasi sehingga terganggu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*