Mark Zuckerberg Adalah Seorang Diktator

Mark Zuckerberg Adalah Seorang Diktator - Beritahok.com

Mark Zuckerberg Adalah Seorang Diktator - Beritahok.com

Beritahok.com – Facebook tumbuh pesat serta menjadi jejaring sosial besar paling besar dengan miliaran pemakai. Sebab itu, sang CEO Mark Zuckerberg pun dianggap sebagai diktator.

Asumsi tersebut datang dari salah satu pendiri website Pirate Bay Peter Sunde saat diwawancara oleh CNBC di suatu  agenda konferensi di Amsterdam, Belanda.

“Facebook merupakan negara paling besar di dunia serta kami mempunyai diktator apabila Kamu menontonnya dari aspek pandang demokrasi,” ujar Sunde.

Ia melanjutkan, “Mark Zuckerberg merupakan seorang diktator. Saya tak memilihnya sehingga pemimpin tetapi ia mengatur semua aturan.”

Meski menjadi tahap dari Facebook sifatnya bukan harus atau opsi masing-masing individu, Sunde berpendapat ada pengaruh kepada nasib orang apabila mereka tak mendaftarkan diri ke jejaring sosial raksasa itu sebab tak sedikit interaksi yang dapat diperbuat dengan keluarga serta kawan di sana.

“Anda tak dapat meninggalkan Facebook. Saya tak punya akun tapi tak sedikit sekali ketidak lebihan yang saya rasakan di kenasiban offline saya. Tak ada undangan pesta, update mengenai kawan, orang-orang berhenti berkata dengan Kamu sebab Kamu tak punya akun Facebook. Sehingga pasti saja faktor ini menyebabkan implikasi di dunia nyata,” tutur Sunde, semacam dikutip dari website Fortune.

Pemikiran Facebook merupakan suatu  “negara berdaulat” terus menguat merupakan ketika para pemimpin negara memperperbuat perusahaan semacam Facebook serta Zuckerberg layaknya pemimpin negara juga.

Sebagai contoh, Sunde menyinggung ketika Kanselir Jerman Angela Merkel berjumpa Zuckerberg untuk mengulas publikasi anti imigrasi yang beredar di Facebook.

“Kita mengirim pemimpin besar Eropa untuk memintanya berhenti mencampuri adat lokal kita. Bagaimana kami dapat berada di situasi semacam ini?” sambung Sunde yang berdarah Swedia itu.

Dari situ ia berharap para pemimpin Eropa dapat lebih tegas serta meperbuat sensor Facebook atau menyetop layanannya apabila perusahaan teknologi itu menolak mengikuti aturan negara.

Selain itu, ia juga mengkritik soal aturan Facebook yang mengharuskan pemakainya memakai nama asli. “Mark Zuckerberg merupakan pria berkulit putih kaya raya dengan latar belakang istimewa. Argumen ia menggalakan kebijakan nama orisinil merupakan untuk meningkatkan pundi-pundi pendapatan,” katanya lagi.

Tidak sedikit yang berpendapat kritik Sunde — terutama soal pemenuhan regulasi Facebook di Eropa — merupakan suatu  ironi, sebab website Pirate Bay yang ia dirikan bersama koleganya menyediakan konten film serta peranti lunak ilegal yang melanggar hak cipta. Sunde sempat dipenjara selagi lima bulan pada 2014 sebab persoalan tersebut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*