Kondisi Kali Krendang Yang Disebut Ahok Banyak Kotoran Manusia

Kondisi Kali Krendang Yang Disebut Ahok Banyak Kotoran Manusia - Beritahok.com

Kondisi Kali Krendang Yang Disebut Ahok Banyak Kotoran Manusia - Beritahok.com

Beritahok.com – Sungai berwarna hitam dan endapan lumpur dengan tinggi hampir satu meter terkesan jelas di Kali Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Sungai sepanjang kurang lebih 900 meter itu memisahkan Kelurahan Krendang dan Kelurahan Jembatan Lima.

Selain air yang berwarna hitam, nampak juga sampah mengapung di permukaan airnya. Kali yang mempunyai lebar kurang lebih sembilan meter itu diapit oleh permukiman padat penduduk.

Di berbagai sisi, nampak saluran pembuangan rumah tangga juga langsung diarahkan ke kali tersebut. Berbagai warga juga terkesan mencuci pakaian dan memandikan anak di pinggir kali. Jarak antara kali dan permukiman warga hanya kurang lebih satu meter.

Koordinator UPK Badan Air Kecamatan Tambora, Syahbani terhadap Kompas.com berkata, kondisi kali sekarang jauh tak sama dibanding sebelumnya. Sebelum dibentuk petugas Badan Air tahun 2014, warna sungai lebih hitam, dan tumpukan sampah mengapung di sepanjang bantaran sungai.

“Dulu hitam banget, sekarang ada PHL (pekerja harian lepas) dan kawan-kawan Badan Air, sekaligus kita sosialisasi larangan buang sampah ke sungai, akhirnya keadaannya lebih baik,” ucap Bani, Rabu (25/5/2016).

Bani menyebut ada 11 petugas yang setiap hari turun untuk membersihkan sungai. Petugas mulai bekerja sejak pukul 07.30 sampai 16.00.

Perlengkapan yang biasa dipakai yakni perahu apung dan serokan sampah. Setiap hari, petugas dapat mengumpulkan sampah setidak sedikit satu kubik sampah, tetapi apabila hujan deras, sampah dapat terus tak sedikit sampai mencapai tiga kubik sampah.

Untuk memudahkan kerja di lapangan, para petugas membikin sendiri rakit guna mengangkut sampah dari sungai ke daratan.

“Dari pada kita nunggu pekerjaan juga gak berakhir bang. Akhirnya kita insiatif buat rakit,” ucap Bani.

Syahbani berbicara selagi petugas bada air bekerja, belum sempat ditemukan kotoran manusia yang mengapung di permukaan sungai. Sambil menunjukan sungai tersebut, Anak cucu menyebut hanya ada sampah plastik dan bangkai binatang yang sempat ia temukan saat membersihkan kali itu.

“Kalau tinja saya belum sempat lihat, tapi kalau sampah dan bangkai tikus itu tak jarang,” ucap Bani.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*