Kementrian Agama Membenarkan Arti Awliya Sebagai Teman Setia

Kementrian Agama Membenarkan Arti Awliya Sebagai Teman Setia

Kementrian Agama Membenarkan Arti Awliya Sebagai Teman Setia

Beritahok.com – Kali ini Kementrian Agama Indonesia mengeluarkan pendapatnya tentang Awliya pada Alquran surat Almaidah Ayat 51. Yang lebih banyak diartikan sebagai teman baik oleh beberapa arti alquran yang telah ramai digunakan sebagai hasil terjemahan dalam Alquran yang dipakai saat ini.

Kepala Lajnah Pentasbihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) Kemenag, Muchlis M Hanafi menerangkan bahwa jika terjemahan alquran tersebut merujuk kepada Revisi terjemahan Alquran pada tahun 2002. Terjemahan Alquran Kementrian Agama di tahun 2002. Perihal ini ditegaskan oleh Muchlis karena saat ini ramai di pemberitaan dan di media sosial menenai terjemahan ‘awliya’ pada Alquran surat Almaidah ayat 51 tersebut. Yang telah disebutkan telah terjadi pergantian dari kata ‘pemimpin’ menjadi ‘teman setia’. Informasi yang menjadi viral di Media Sosial ini memberikan informasi sekaligus memberikan sebuah gambar.

Tidak benar kabar tentang adanya pegeditan alquran secara besar besaran belakangan ini. Tuduhan mengenai pengeditan atau perubahan besar besaran ini dilakukan atas Instruksi Kementrian Agama Indonesia.

Menurut Muchlis kata awliya ini sendiri disebutkan dalam alquran disebutkan sebanyak 42 kali. dan diterjemehkan beragam sesuai dengan konteks dan konsepnya. Terjemahan Alquran dalam versi kementrian Agama ini, pertama kali diterbitkan pada tahun 1965. Pada perkembangannya, terjemahan ini mengalami proses perbaikan dan sekaligus penyempurnaan, yaitu diantaranta pada tahun 1989 – 1990 dan juga 1998 – 2002. Dan juga dalam proses perbaikan dan penyempurnaan ini sendiri dilakukan oleh para ulama dan ahli dalam bidangnya. Sementara itu, Kementrian agama sendiri bertindak sebagai Fasilitator.

Terkait kata atau kalimat dalam Al-Quran yang menyedot perhatian masyarakat ini yang bisa menimbulkan perdebatan, Kemenag menyerahkan kepada para ulama Alquran untuk kembali membaha dan mendiskusikannya.

Teks Alquran sendiri seperti Sayyiduna Ali, hammâlun dzû wujûh, bisa memiliki banyak artian dan juga banyak enafsiran. Maka dari itu, kementrian Agama berharap umat islam sendiri untuk lebih menghormati keragaman keagamaan.

Kepada masyarakat juga Muchlis juga berpesan bahwa dalam memahami Alquran hendaknya tidak juga mengandalkan terjemahan, melainkan penjelasan para ulama dan para ahli dalam bidangnya.

Incoming search terms:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*