DJI Phantom 4 di Patok Dengan Harga 22 juta

DJI Phantom 4 Dipatok Rp 21,9 Juta

Jakarta – Geliat drone di Indonesia membuka peluang baru. Salah satu yang agresif adalah brand DJI yang mulai ekspansi pasar drone Indonesia lewat dua produk anyar.

Produk pertama, DJI Inspire 1 dilengkapi kamera 12 MP yang mampu melakukan perputaran bebas dan rekaman video 4K. Karena itu pula drone ini diklaim cocok bagi pengguna terutama di bidang fotografi profesional.

Inspire 1 dilengkapi dengan remote control yang mudah digunakan baik sendiri maupun berdua (dual operator control) dan aplikasi penunjang penerbangan yang memastikan drone Anda dapat kembali dengan sendirinya meskipun kehilangan sinyal (return home).

Sementara produk kedua adalah DJI Phantom 4 yang memperkenalkan VPS (Vision Positioning System) sehingga memungkinkan Phantom 4 mendeteksi rintangan, serta feature visual tracking untuk memerintahkan drone mengikuti arah gerakan objek yang berada dalam ruang lingkup pengawasannya.

Dengan mode sport, kecepatan laju Phantom 4 akan meningkat sebesar 25% sehingga kita dapat merasakan sensasi kecepatan baru.

Seperti halnya Inspire 1, Phantom 4 juga memiliki feature return home yang akan mengembalikannya 4 secara otomatis ke posisi semula.

Kedua perangkat ini masuk ke Indonesia diboyong oleh PT. Pasifik Teknologi Indonesia dengan banderol Rp 28 juta untuk DJI Insipire dan Rp 21,9 juta untuk Phantom 4.

DJI Inspire 1

Juan Andreas, Marketing Manager PT. Pasifik Teknologi Indonesia mengungkapkan, kebutuhan masyarakat Indonesia akan drone semakin hari semakin meningkat.

Tren yang ada di pasar saat ini, drone banyak dipakai di dunia sinematografi maupun fotografi untuk memudahkan pengguna mengambil gambar maupun merekam film di lokasi yang normalnya sulit dicapai apalagi untuk diabadikan ke dalam suatu foto/film.

Di dunia industri agrilkultur dan perkebunan, drone dipakai untuk pemetaan lahan tanaman baik yang membutuhkan perawatan lebih maupun lahan yang sudah siap panen. Di bidang sport, banyak kesebelasan yang sekarang menggunakan teknologi drone untuk merekam gambar latihan taktik sehingga pelatih sepakbola dapat menyampaikan instruksi dan posisi yang lebih tepat kepada para pemain.

“Pemerintah dan dunia militer juga mengaplikasikan fungsi drone sebagai alat untuk memantau area terpencil terutama daerah perbatasan antar negara yang rawan konflik. Demikian beragam pemakaian drone dari penerapan berat hingga ringan yang mana drone hanya dipakai untuk sekadar semata,” paparnya dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Jumat (27/5/2016).
(ash/fyk)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*