Anak Usia dibawah 16 Tahun Terdakwa Pembunuhan di Bebaskan

Anak Usia dibawah 16 Tahun Terdakwa Pembunuhan di Bebaskan - BeritAhok.com

 

BeritAhok –  – PN Jaksel membebaskan anak dari tahanan sebab anak tersebut tetap berumur 16 tahun namun disidangkan dengan hukum agenda orang dewasa. Tidak hanya itu, lakukanan yang didakwakan adalah pembelaan diri.

“Memutuskan, menerima eksepsi penasihat hukum terdakwa. Menyebutkan surat dakwaan penuntut umum batal demi hukum. Memerintahkan JPU untuk segera membebaskan terdakwa dari tahanan serta tak mengecek perkara lebih lanjut,” kata ketua majelis hakim Pudji Tri Rahadi di Ruang Sidang I Subekti PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jaksel, Senin (25/4/2016).

Jaksa menyebutkan terdakwa adalah orang dewasa serta disidangkan dengan memakai KUHAP. Padahal berdasarkan bukti yang dirilis di persidangan, nyatanya terdakwa lahir pada 4 Januari 2000 alias baru berumur 16 tahun pada saat perkara ini terjadi.

Menurut UU Sistem Peradilan Pidana Anak, terdakwa anak wajiblah diadili dengan model restoratif justice. Namun terdakwa nyatanya diadili dengan sistem peradilan orang dewasa yaitu semacam diadili oleh majelis yang terbuka untuk umum.

“Kami sangat mengapresiasi serta tadi adalah putusan sela serta putusan akhir sebab klien kita dalam faktor ini tetap berumur 16 tahun alias seorang anak,” kata kuasa hukum terdakwa dari LBH Jakarta, Bunga MR Siagian usai sidang.

Terkait perkara yang dituduhkan terhadap terdakwa, majelis hakim juga menolak dakwaan tersebut. Sebab anak itu dituduh menyiramkan air keras ke seseorang yang menyerangnya di malam tahun baru 2015 ke 2016. Terdakwa terpaksa melakukan faktor itu sebab untuk membela diri saat bakal dibacok di daerah Tebet, Jakarta Selatan.

“Sewajibnya ia tak pantas diadili sebab posisinya saat itu ia yang menjadi korban. Faktor itu berbukti salah satu kawannya sudah meninggal sebab dibacok,” ucap Bunga.

Atas faktor itu, LBH Jakarta menyayangkan atas penahanan kliennya sejak 11 Januari 2016 sampai kali ini alias selagi 105 hari. LBH Jakarta bakal mengambil langkah tegas dengan mengajukan gugatan terhadap penyidik atas perbuatan yang memang bertentanagn dengan hukum itu.

“Kami bakal langsung mengeksekusi malam ini juga supaya anak kembali ke keluarga, bukan ke penjara,” papar Bunga.

Dampak penahanan di LP Cipinang, Jakarta Timur, anak itu menjadi terganggu psikis serta fisiknya.

“Saya jarang makan, saya tak jarang sakit, serta pingsan di dalam sel,” kata sang anak usai sidang.

Usai sidang, JPU Yunita tak mau memberbagi komentar atas putusan tersebut.

Incoming search terms:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*